Kegagalan bukan sesuatu yang “menjadi tren” dalam masyarakat sekarang. Dunia sekarang lebih menyenangi orang sukses dan membenci yang gagal. Kita sampai ke tahap yang menetapkan bahwa “tidak ada orang yang harus membuat kesalahan” dan mereka yang membuat kesalahan akan di hukum. Sepertinya ada pesan bahwa hidup ini terdiri dari orang yang sukses dan yang gagal saja. Jika Anda bukan nomor satu atau sekurang-kurangnya dalam golongan lima teratas, Anda di anggap telah gagal.
Meskipun mungkin terasa aneh, sejak dulu manusia hanya belajar dari kesalahan. Jutaan manusia sepanjang sejarah terpaksa melakukan banyak kesalahan agar sampai ke taraf hidup sekarang ketika kita mempunyai 1.500.000 perkataan umum untuk mengutarakan pengalaman lain dari yang lain-namun kita dikutuk jika membuat kesalahan-seperti kesalahan yang telah membantu kita memcapai tingkat “peradaban” sekarang ini.
Apabila Anda gagal…..
Ya…ya…yang gagal biasanya terpinggirkan…yang sukses akan berkuasa…setelah berkuasa akan menginjak-nginjak yang gagal… Mangkanya dunia tambah kacau…padahal dalam agama juga dianjurkan ber-zakat dan shodaqoh…sehingga….
Manusia memang makhluk yang sempurna dibandingkan mahkluk lainnya. Namun yang harus diperhatikan adalah janganlah kesempurnaan yang telah diraih/dicapai digunakan untuk memperbudak mahkluk lain yang belum menyadari kesempurnaannya. Juga harus selalu ingat untuk berbagi dengan yang lain. Ok !
Gagal = kalah lawan kata dari berhasil = menang. 2 kata berlawanan
telah sesuai sunnatullah, demikian ditjiptakan-NYA berpasang-2an. Ada rahasia alam tersembunyi, bila dikaji panjang ceritanya…
dikatakan gagal karena ada yang berhasil pun demikian sebaliknya, untuk membedakan dan mengajarkan kepada manusia tentang :
1. arti kosa kata,
2. memilih berikut konsekuensinya,
3. u/ saling ketergantungan/bantu-membantu. Oleh karenanya
dilarang sombong, bagi yang menang dan berhasil &
dilarang berputus asa, buat yang kalah lagi gagal
dan itu semua untuk menguji keimanan seseorang apakah bersyukur atau kufur dan bersabar lagi munajat memohon pertolongan kepada Rabb-NYA atau selain DIA disamping berusaha kuat untuk berhasil
Apa ditulis Kang Thewanderer 79 dan Kang Purwadi06 benar adanya
nafsulah menjadikan manusia terjerumus kedalam jurang kenistaan
jangan salahkan yang lain [setan hanya pemantik, & pelaksananya
tetap manusia itu sendiri. kados pundi….?